Sabtu, 06 Juli 2013

Definisi Ergonomi | Ergonomi

ERGONOMI


Ergonomika atau (kurang tepat) ergonomi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara manusia dengan elemen-elemen lain dalam suatu sistem, serta profesi yang mempraktekkan teori, prinsip, data, dan metode dalam perancangan untuk mengoptimalkan sistem agar sesuai dengan kebutuhan, kelemahan, dan keterampilan manusia.
Ergonomi berasal dari dua kata bahasa Yunani: ergon dan nomos: ergon berarti kerja, dan nomos berarti aturan, kaidah, atau prinsip. Pendapat lain diungkapkan oleh Sutalaksana (1979): ergonomi adalah ilmu atau kaidah yang mempelajari manusia sebagai komponen dari suatu sistem kerja mencakup karakteristik fisik maupun nirfisik, keterbatasan manusia, dan kemampuannya dalam rangka merancang suatu sistem yang efektif, aman, sehat, nyaman, dan efisien.

Tongkat Sensor | Ergonomi



4115111030





 

A.    Latar Belakang
Kelemahan yang dimiliki penyandang tuna netra bukan berarti harus mengorbankan harapan hidupnya, melainkan harus menjadi penyemangat untuk berjuang dalam kehidupan. Oleh karena itu, seorang penyandang tuna netra memerlukan alat bantu sebagai penggati fungsi mata, yaitu indra penglihatan. Selain berupa tongkat yang biasa dipakai, yang merupakan alat bantu dengan kerja sistem indra peraba, tuna  netra juga membutuhakan alat ganti indra penglihatanya, sehingga perlu ada pengembangan produk ke arah penggunaan sensor kamera yang dapat mendeteksi benda sekitar berdasar pembacaan objek dan mempunyai respon getar dan bunyi yang dapat dikenali penggunanya. Dengan alat bantu ini, diharapkan penyandang tuna netra dapat beraktifitas maksimal layaknya orang normal.
B.     Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam desain tongkat sensor adalah :
1.      Bagaimana cara untuk Tuna Netra dapat membaca benda sekitar ?
2.      Bagaimana cara Tuna Netra berjalan dengan maksimal di manapun bahkan saat menyeberang jalan ?
C.     Tujuan
Tujuan dalam pembuatan alat Tongkat Sensor adalah :
1.      Untuk membantu tuna netra lebih peka membaca benda sekitar.
2.      Mengurangi kecelakaan bagi Tuna jalan.Netra, baik di struktur jalan yang susah, banyak rinyangan ataupun saat menyeberang 










BAB II
LANDASAN TEORI

A.    Permasalahan Penyandang Tuna Netra
Yang menjadi permasalahan penyandang Tuna Netra adalah :
·         Kurang sempurnanya indra penglihatan.
·         Kurang peka dalam membaca benda sekitar tanpa adanya perabaan.
·          
B.     Pengertian Tongkat Tuna Netra
Tongkat difable untuk Tuna Netra yaitu tongkat yang digunakan para orang yang terkena cacat mental khususnya tuna netra sebagai alat bantu pada saat berjalan dalam melakukan kegiatannya di setiap harinya. Tongkat ini pada dasarnya bekerja hanya dengan sistem indra peraba untuk membaca benda sekitar. Tongkat ini memiliki berbagai macam bentuk tentunya disesuaikan dari orang yang terena tuna netra tersebut dan dirancang sedemikian rupa ada yang menggunakan konsep elektronik seperti sensor dilengkapi dengan program yang dirancang sesuai objek bahaya yang ada di sekitarnya.

C.     Pengertian Sensor Ping
Sensor Jarak Ultrasonik PING
Sensor jarak ultrasonik PING adalah sensor 40 KHz produksi parallax yang banyak digunakan untuk aplikasi atau kontes robot cerdas untuk mendeteksi jarak suatu objek.
   
E.       Gambar 1 Sensor jarak ultrasonik PING
D. Sensor PING mendeteksi jarak objek dengan cara memancarkan gelombang ultrasonik ( 40 KHz ) selama t = 200 us kemudian mendeteksi pantulannya. Sensor PING memancarkan gelombang ultrasonik sesuai dengan kontrol dari mikrokontroller pengendali ( pulsa trigger dengan tout min 2 us ). Spesifikasi sensor ini :
a. Kisaran pengukuran 3cm-3m.
b. Input trigger –positive TTL pulse, 2uS min., 5uS tipikal.
c. Echo hold off 750uS dari fall of trigger pulse.
d. Delay before next measurement 200uS.
e. Burst indicator LED menampilkan aktifitas sensor.
Diagram waktu sensor PING

Prinsip Kerja Sensor PING
Pada dasanya, Sensor PING terdiri dari sebuah chip pembangkit sinyal 40KHz, sebuah speaker ultrasonik dan sebuah mikropon ultrasonik. Speaker ultrasonik mengubah sinyal 40 KHz menjadi suara sementara mikropon ultrasonik berfungsi untuk mendeteksi pantulan suaranya. Sensor PING mendeteksi jarak obyek dengan cara memancarkan gelombang ultrasonik (40 kHz) selama tBURST (200 μs) kemudian mendeteksi pantulannya. Sensor PING memancarkan gelombang ultrasonik sesuai dengan kontrol dari mikrokontroler pengendali (pulsa trigger dengan tOUT min. 2 μs).

 
I.        Gambar 3 Prinsip kerja sensor PING
Gelombang ultrasonik ini melalui udara dengan kecepatan 344 meter per detik, mengenai obyek dan memantul kembali ke sensor. PING mengeluarkan pulsa output high pada pin SIG setelah memancarkan gelombang ultrasonik dan setelah gelombang pantulan terdeteksi PING akan membuat output low pada pin SIG. Lebar pulsa High (tIN) akan sesuai dengan lama waktu tempuh gelombang ultrasonik untuk 2x jarak ukur dengan obyek. Maka jarak yang diukur adalah :
S = (tIN x V) ÷ 2
Dimana :
S = Jarak antara sensor ultrasonik dengan objek yang dideteksi
V = Cepat rambat gelombang ultrasonik di udara (344 m/s)
tIN = Selisih waktu pemancaran dan penerimaan pantulan gelombang.
Daya tahan sensor.


D.    Pengertian Tongkat Sensor
Tongkat sensor adalah tongkat yang digunakan untuk membantu para tuna netra dalam melakukan setiap aktivitasnya sehari-hari, dengan fungsi sensor sebagai pengganti kerja mata yang akan memberi tahu pengguna tongkat bahwa ada objek didepannya dengan menggunakan sinyal bunyi dan getar yang berasal dari tongkat sehingga dapat memprediksi bahaya disekitarnya seperti adanya lubang, kendaraan, dsb. Penggunaan sensor Jarak Ultrasonik PING berfungsi sebagai indra penglihatan bagi tongkat, tongkat yang biasanya hanya sebagai alat bantu indra peraba, dengan tambahan sensor ping dapat menambah fungsi ke indra penglihatan sehingga dapat membantu bagi Tuna Netra.

BAB III
PEMBAHASAN
A.    Konsep Tongkat Sensor
·         Pegangan tongkat dari kayu dengan diameter 24 mm, panjang 100 mm. Dibuat miring 60 untuk kenyamanan pakai.
·         Tempat sensor ping, chip, dan baterai 24 x 100 mm.
·         Panjang tongkat aluminium 1050 mm, dengan panjang 7 tingkatan poros masing-masing 150 mm.
·         Tali tongkat dengan bahan kain elastis, sebagai pengunci tongat dengan tangan, agar tidak mudah jatuh.
·         Tombol on dan of untuk menagtur penggunaan sensor.
·         Kunci atau pin untuk panjang pendek tongkat.
·         Stiker warna hijau terang yang berfungsi untuk sebagai display warna.
·         Bantalan dari karet untuk membatasi benturan ujung tongkat ke lantai atau jalan.

B.     Konsep Sensor Ping
·   Panjang dan lebar sensor 2,2 x 4 cm.
·   Jarak tangkap rata-rata sensor dengan objek 2000 mm atau sama dengan 2 m.
·   Tegangan yang diperlukan sensor sebesar 5 volt.
·   Respon sensor saat mendeteksi benda dengan bunyi dan getaran.
·   Mempunyai radius tangkap objek 45⁰ kanan kiri.
·   Peletakan di bagian depan tongakat, guna radius tangkap yang maksimal.

C.     Bahan Baku Tongkat Sensor
·         Gagang Tongkat : Kayu jati.
Alasan pemilihan kayu :
1.      Mudah dalam pembentukan dan pelapisan.
2.      Tidak menimbulkan efek panas saat cuaca panas, tapi tetap terasa hangat saat cuaca dingin.
3.       
·         Bateray jam : Silver oxide atau batere silver-zinc.
·         Stiker (Menyala saat gelapdan terkena cahaya) : Vinyl Flashing, Vinyl sticker 3D, Seichofix Carbon Texture, dll. Dengan warna hijau terang.
·         Tali pengaman (lentur) : Kain elastis.
·         Sensor ping.
·         Stick (panjang, pendek tongkat) : Alumunium, stenlise.
·         Bantalan alas kaki tongkat : Rubber.
D.    Desain Tongkat Sensor




 

E.     Kelebihan Tongkat Sensor
·         Mendeteksi objek atau benda yang terdeteksi oleh jangkauan sensor.
·         Mempermudah aktivitas gerak si pengguna.
·         Tongkat dengan stiker terang apabila terkena cahaya, memberitahu pengguna kendaraan agar lebih berhati-hati saat melintas dekat pengguna tongkat.
·         Tongkat memiliki tali sebagai pengunci tongkat dengan tangan agar tongkat tidak mudah terlepas dri genggaman tangan.
·         Tongakat yang bisa menjadi pendek, sehingga memudahkan pengguna saat membawanya.
·         Memberi tahu si pengguna jika ada benda yang terdeteksi oleh sensor dengan isyarat getaran dan bunyi.

Analisis Investasi | Ekonomi Teknik



4115111030

Usulan Investasi alat tower untuk mendirikan usaha hotspot area sebesar Rp. 3.000.000,00. Tower tersebut memilki nilai ekonomis 5 tahun dan memberikan persyaratan batas pengembalian dalam waktu  3 tahun. Dengan suku bunga i = 10%
Arus kas yang terjadi adalah :
Tahun Ke-
Arus Kas
Arus Kas Komulatif
1
1.300.000
1.300.000
2
950.000
2.250.000
3
780.000
3.030.000
4
690.000
3.720.000
5
520.000
4.240.000

Analisis kelayakan investasi :
A.    Metode Periode Pengembalian :
Syarat batas waktu pengembalian selama 3 tahun.
Periode Pengembalian = n +  x 1 tahun
                                    = 3 +  x 1 tahun = 3 + (- 0,04) = 2,96 tahun
                                    = 2 tahun 11 bulan 15 hari
Didapatkan BEP 2 tahun 11 bulan 15 hari, ini berarti kurang dari yang disyaratkan, maka investasi bisa di terima.
B.     Net Present Value Method (NPV)
Dengan syarat pengmbalian 10 %
Tahuk Ke-
Arus Kas
Tingkat Bunga (10%)
Nilai Sekarang (PV)
1
1.300.000
0,9091
1.181.830
2
950.000
0,8264
785.080
3
780.000
0,7613
593.814
4
690.000
0,6830
471.270
5
520.000
0,6209
322.868

Total nilai sekarang (PV)         = 3.354.862
Investasi awal (IO)                 = 3.000.000
Nilai sekarang bersih (NPV)   =    354.862
Nilai NPV positif 354.862 sehingga usulan investasi proyek tower ini bisa diterima.

C.     Metode Indeks Profitabilitas (PI)
Dengan syarat pengmbalian 10 %
Tahuk Ke-
Arus Kas
Tingkat Bunga (10%)
Nilai Sekarang (PV)
1
1.300.000
0,9091
1.181.830
2
950.000
0,8264
785.080
3
780.000
0,7613
593.814
4
690.000
0,6830
471.270
5
520.000
0,6209
322.868

Total nilai sekarang (PV)         = 3.354.862
Investasi awal                         = 3.000.000
PI =  =  = 1,118
Karena nilai PI > 1, maka usulan investasi bisa diterima.

D.    Metode Benefit Cost Ratio (B/C R)
Dengan i = 10%
Tahun
Investasi

Biaya Operasi
Total Cost
Benefit
Net Benefit
D.F.
10 %
B
C
0
3.000.000

-
3.000.000
-
-3.000.000
1,00
-
3.000.000
1
-

120.000
120.000
1.400.000
1.280.000
0,9091
1.272.740
109.092
2
-

220.000
220.000
1.050.000
820.000
0,8264
867.720
181.720
3
-

210.000
210.000
880.000
570.000
0,7613
669.944
159.873
4
-

180.000
180.000
790.000
610.000
0,6830
539.570
122.940
5
-

130.000
130.000
620.000
490.000
0,6209
384.958
80.717

NPV
3.734.932
3.654.342












B/C R dapat dihitung =  =  = 1,022053
Karena nilai B/C R > 1 maka usulan investasi tersebut bisa diterima.